Judul : Perekam Asli ''Yanny atau Laurel'' Angkat Bicara
link : Perekam Asli ''Yanny atau Laurel'' Angkat Bicara
Perekam Asli ''Yanny atau Laurel'' Angkat Bicara
"Yanny atau Laurel?", demikian pembicaraan yang ramai menghiasi jejaring sosial sejak pekan lalu. Perdebatan itu disertai sebuah file video dengan suara yang ambigu. Beberapa mendengar "yanny", beberapa lagi "laurel", ada juga yang mendengar kata yang berada di antara keduanya.
Pelaku rekaman itu sudah terungkap. Dilansir dari Times (17/5/2018), dialah Jay Aubrey Jones (64 tahun), seorang aktor panggung Broadway dan penyanyi dari New York, Amerika Serikat.
Pada 2007, Jones merekam beberapa kata untuk sebuah situs bernama Vocabulary.com. Situs tersebut bertujuan untuk memudahkan orang untuk belajar bahasa Inggris. Salah satu fiturnya adalah kamus. Selain mengetahui arti dari sebuah kata, pengguna juga bisa mendengar rekaman dari kata tersebut, agar mereka bisa mengucapkannya dengan benar.
Saat itu Vocabulary.com sedang mencari 6-8 vokalis terlatih untuk mengucapkan 200 ribu kata dalam bahasa Inggris. Sebagai orang yang bergelut di dunia teater, kebetulan Jones tidak asing dengan pengucapan versi International Phonetic Alphabet, kemampuan yang dicari oleh Vocabulary.com.
Lantas, Jones merekam sekitar 36 ribu kata untuk Vocabulary.com. Salah satunya adalah "laurel", secara harafiah berarti daun salam. "Laurel" juga bisa berarti simbol kemenangan yang ditaruh di atas kepala sebagai mahkota, seperti lingkaran daun salam yang dikenakan oleh Kaisar Romawi kuno Julius Caesar.
Sekitar 11 tahun setelah Jones merekam "laurel", kata tersebut baru menggema di dunia maya. Awalnya pada Sabtu (12/5/2018), ketika seorang pengguna forum diskusi Reddit dengan nama akun RolandCamry mengunggah audio sambil bertanya, "Yanny atau Laurel?" File itu kemudian viral di jejaring sosial dan memancing perdebatan warganet.
"Saya pikir, ah, sebesar apa sih perdebatan ini. Kemudian saya dengar rekamannya lagi secara daring dan menyadari betapa lucunya keseluruhan kasus ini, yang menghibur saya tanpa henti," jelas Jones.
Jadi, Jones termasuk tim Yanny atau Laurel? "Saya lebih sering mendengar 'laurel'," ujar Jones. "Tapi saya bisa mendengar sedikit jejak dari kata 'yanny'."
Satu pesan yang didapat Jones dari pekerjaannya adalah pentingnya komunikasi manusia dengan sesamanya. "Hal terhebat dari bisnis ini adalah kemampuan berkomunikasi. Saya selalu diajari pentingnya pengucapan yang jelas, bahkan sejak saya masih kecil."
Marc Tinkler, Chief Technology Officer Vocabulary.com, setuju dengan Jones. Menurut Tinkler, perdebatan "Yanny atau Laurel" bisa bikin orang tertarik memperluas kosakata dan mempelajari cara kerja suara.
"Menurut kami, membuat masyarakat bicara mengenai kata atau mempelajari kata adalah hal yang bagus," ujar Tinkler.
"Yanny atau laurel" memang membuat banyak orang tertarik. Bahkan hal ini dibahas oleh akun Twitter resmi Gedung Putih, pusat pemerintahan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump menanggapinya dengan canda. Trump mengaku mendengar 'covfefe', kata aneh yang sempat ia cuitkan beberapa bulan lalu.
Penyebab ketertarikan masyarakat terhadap "yanny atau laurel" adalah keanehan yang menghinggapinya.
Dua orang yang bersebelahan dan mendengar rekaman dari pengeras suara yang sama saja bisa menangkap dua kata yang berbeda. Orang yang sama, bahkan bisa menangkap suara rekaman secara berbeda ketika mendengarnya dalam kesempatan lain.
Ini sama dengan kasus yang sempat heboh pada 2015, ketika warganet berdebat soal warna pakaian, "apakah berwarna putih-emas, atau biru-hitam".
Kedua kasus ini punya jawaban hampir sama. Para pakar memang memiliki perbedaan pendapat, tapi sebagian besar punya kesimpulan yang serupa: perbedaan otak tiap manusia dalam menginterpretasikan sebuah suara.
Sumber
