Kode iklan In feed above/responsive

Lucu, Ternyata Begini Sejarah Lahirnya Nama Anton Medan Sang Mantan Preman


Judul : Lucu, Ternyata Begini Sejarah Lahirnya Nama Anton Medan Sang Mantan Preman
link : Lucu, Ternyata Begini Sejarah Lahirnya Nama Anton Medan Sang Mantan Preman


Lucu, Ternyata Begini Sejarah Lahirnya Nama Anton Medan Sang Mantan Preman

asal usul nama anton medan
Nama aslinya adalah Tan Hok Lian. Nama lainnya setelah jadi mu’alaf adalah Muhammad Ramdhan Effendi. Laki-laki ini, dulu memang seorang narapidana yang “betah” sekali sampai keluar masuk penjara sebanyak 14 kali. Dengan total lama hukuman 18 tahun 7 bulan penjara.

Dari media m.kbr.id (19/4/2013), Anton berkisah bagaimana saat dulu masih menjadi napi dalam rumah tahanan. Pada tahun 1976, kala itu belum ada KUHAP, karena masalah overkapasitas yaitu sel Polda Metro Jaya yang semestinya hanya mampu menampung 270 napi, akhirnya dipaksa menampung 900 napi.

Tentu hal ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi siapa saja di dalam sel. Akhirnya, Anton dan teman-temannya melakukan pemberontakan dengan membakar sel dari jam 4 sore sampai pagi. Saat itu dirinya dan orang-orang yang menjadi pelaku pembakaran diultimatum untuk segera menyerahkan diri.

Akhirnya, para pelaku pembakaran termasuk Anton, dibawa dari Gambir ke Nusakambangan. Selain saat itu kapolda bernama Anton Sujarwo, dalam perjalanan itu ternyata ada tiga nama Anton juga. Yaitu Anton dari Ambon, Anton dari Bangka, dan satu dari Medan. Dari sana, lahirlah tiga nama unik berdasar daerahnya itu. Yaitu Anton Ambon, Anton Bangka dan Anton Medan.

Siapa sangka, sejarah lahirnya nama besar Anton Medan yang sekarang dikenal sebagai mantan preman yang menjadi dai, adalah karena suatu tindak kriminal pembakaran. Nama yang tidak pernah disiapkan khusus apalagi sengaja untuk suatu tujuan. Melainkan sekadar untuk kemudahan membedakan para pelaku saja.

Kini, nama Anton Medan telah dikenal luas. Bukan hanya di tengah masyarakat Indonesia, di mata para mafia, gembong, atau para penceramah. Melainkan, Anton juga menjadi idola para nara pidana di rutan-rutan yang selalu merindukan kehadirannya. Memberi motivasi dan semangat untuk terus berubah memperbaiki diri dan menyesali masa lalu kelam.



Sumber referensi: m.kbr.id (19/4/2013).